Materi KKPI Plus


KKPI Plus

  1. Materi 3 
    2. Materi 4
    3. Materi 5

Latihan Soal :

  1. Materi 3

 

Advertisements

VLAN HP 1920 Web Config

Tags

, , , , , ,


Setelah berhadapan dengan banyaknya pilihan switch manageable akhirnya, pilihan jatuh ke HP Procurve 1920, langsung order 3 buah 24G HPE 1920, lagi-lagi dihadapkan dengan logo HP”Enterprise”  “uaseemmm…… glodak……..”
Spesifikasi HPE 1920 sebagai berikut :
The HPE 1920 Switch Series is Hewlett Packard Enterprise’s advanced lite Layer 3 smart managed switch offering. Ports 48 10/100/1000 and 4 SFP 1000 Mbps ports; Maximum; PoE+ available, depending on model Latency  100 Mb Latency: < 5 µs; 1000 Mb Latency: < 5 µs Throughput 77.4 Mpps; Maximum, depending on model Routing/switching capacity 104 Gbps; Maximum, depending on model PoE capability370 W PoE+; Maximum, depending on model Management features IMC – Intelligent Management Center; Limited command-line interface; Web browser; SNMP manager; IEEE 802.3 Ethernet mib
ciaaaa……..  support layer 3 bro/sist/kung/ti/pakdhe/budhe/paklik/bulik meskipun hanya lite support layer 3 tapi setidaknya bisa lha buat mainan routing routingan IPv4 ups… IPv6 ditaruh mana bro???

Ok, sekarang mari kita coba untuk konfigurasi VLAN pada HPE 1920. Karena lagi lagi keisengan ingat keisengan  ya muncullah rasa sok tahu tempe sambel. Ambil aja console COM to USB, buka putty langsung masukkan serial com-nya dan alhasil menunggu sampai 2 jam terminal putty masih tetap kosong hitam mulus kayak rambut “Raisa” kata si embah “iku Raiso duduk Raisa” hahahahaha….

Jadi kesimpulannya jangan sok tahu langsung tancap colok sana sini lubang satu lubang dua tapi jangan sampai threesome lho gobrak. Baca dulu manual book atau data sheet-nya, dan ternyata salah kecepatan port com-nya padahal sudah ditulis di port console serialnya, ok ganti kecepatan comnya ke 38400, gunakan user sebagai admin dan password biarkan kosong

serial Continue reading

VLAN di HP Aruba 2530

Tags

, , ,


Kali saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan konfigurasi VLAN di HP Aruba 2530. Ya anggap sebuah keberuntungan tiba-tiba 2 buah HP Aruba 2530 muncul di depan pintu.img_20161012_1852031Berikut konfigurasinya :

ProCurve Switch 2530# conf t
ProCurve Switch 2530(config)# vlan 100 name VLAN100
ProCurve Switch 2530(config)# end
ProCurve Switch 2530# show vlan
——————–
ProCurve Switch 2530# conf t
ProCurve Switch 2530(config)# vlan  100
ProCurve Switch 2530(vlan-100)# untagged 1-11
ProCurve Switch 2530(vlan-100)# tagged 24
ProCurve Switch 2530(vlan-100)# exit
ProCurve Switch 2530(config)# conf  t
ProCurve Switch 2530(config)# vlan 200 name “VLAN200”
ProCurve Switch 2530(config)# vlan 200
ProCurve Switch 2530(vlan-200)# untagged 13-16
ProCurve Switch 2530(vlan-200)# tagged 24
ProCurve Switch 2530(vlan-200)# exit
ProCurve Switch 2530(config)# sh ru
ProCurve Switch 2530# sh ru
———————
ProCurve Switch 2530# conf t
ProCurve Switch 2530(config)# vlan 100
ProCurve Switch 2530(vlan-100)# ip address 10.15.15.200 255.255.255.0
ProCurve Switch 2530(vlan-100)# exit
ProCurve Switch 2530(config)# vlan 200
ProCurve Switch 2530(vlan-200)# ip address 10.15.16.200 255.255.255.0
ProCurve Switch 2530(vlan-200)# sh vlan
ProCurve Switch 2530(vlan-200)# sh ru
ProCurve Switch 2530(vlan-200)#
————
ProCurve Switch 2530# wr mem

Multiple switch VLAN Cisco

Tags

, , , ,


Beberapa kali melakukan konfigurasi vlan di cisco, akhirnya ingin mendokumentasikan biar bisa tetap berbagi ilmu. Simulasi ini dilakukan di atas packet tracert dan menggunakan 3 buah switch dengan 2 buah vlan 10 dan vlan 20, pada switch kedua terdapat dua konfigurasi trunk tagged yang menghubungkan switch 1 dan switch ketiga.
Vlan 10 dengan IP 192.168.100.0/24
Vlan 20 dengan IP 192.168.200.0/24

Berikut topologinya :

multiple-vlan-cisco

Untuk konfigurasi switch cisco pada switch 2 sebagai berikut :

witch>en
Switch#config term
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name admin
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name data
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet0/10
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet0/23
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport trunk all
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet0/24
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport trunk all
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#exit
Switch#write mem
Switch#

Mudah-mudahan dapat membantu teman-teman untuk belajar bersama.

GUNUNG, DANAU, SUNGAI, HUTAN, LAUT.


Postoleh Ida Pedanda Gunung » Sen Agt 12, 2013 3:55 pm

Om Swastiastu. Om Awignamastu.

Agama Hindu seperti yang sering saya kemukakan saat Dharma Wacana, maupun di media ini, memiliki banyak konsep yang mampu menuntun kita menuju kebahagiaan lahir dan bhatin. Salah satu dari konsep itu adalah; KONSEP MEMANUSIAKAN ALAM DAN LINGKUNGAN. Sehingga hal tersebut di Bali Khususnya ada hari-hari tertentu untuk menghormati ciptaan Tuhan dan bersyukur atas anugrah Tuhan, seperti Hari Tumpek Uduh, mendo’akan tumbuh-tumbuhan, Tumpek kandang (andang), mendo’akan hewan, dan yang lainnya lagi. Termasuk adanya upacara Sad Kertih; wana kertih, segara kertih, danu kertih, dll. Semuanya itu merupakan sebuah ajaran yang semestinya di wujud nyatakan di dalam kehidupan sehari-hari berupa tingkah laku dan prilaku, tidak hanya sebatas upacara saja.

Setiap upacara itu mengandung makna yang sangat perlu dipraktekkan di dalam kehidupan kita. Kembali kepada pokok pembahasan tadi, tentang tempat-tempat seperti tersebut sudah diyakini sebagai tempat yang disucikan, antara lain ; Gunung, Danau, Hutan, dan Laut. Bila unsur-unsur ini kita abaikan dan kita rusak maka sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita.

Secara keyakinan dan termuat pula di dalam Siwatattwa, Gunung itu juga disebut LINGGA CALLA. Diyakini sebagai Linggih Ida Bhatara Siwa, Danau dan laut juga disebut YONI, sebagi simbul pradana diyakini sebagai linggih Dewi Danu (Dewi Uma), dan Sungai itu disejajarkan dengan sungai Gangga, sebagai stana Dewi Gangga, Maka dari itu janganlah menerusakan kebiasaan yang buruk membuang sampah, kotoran limbah ke sungai, akibatnya kita juga yang akan merasakan.

Yang terakhir adalah hutan, mengenai hutan ini ceritanya ada di Kekawin Boma kawya, hutan itu hasil pertemuan Dewa Wisnu dengan Bhatari Bahsundari (Pertiwi), secara ilmiah juga para ilmuwan menyebutkan hutan merupakan paru-paru dunia, banyak lagi manfaat hutan bagi kehidupan manusia.

Oleh karena itu marilah kita meyakini dan mempraktikan ajaran MEMANUSIAKAN ALAM DAN LINGKUNGAN, namun sebelumnya kita harus mampu memanusiakan diri kita sendiri sebelum memanusiakan yang lainnya. Untuk kepentingan kita bersama dan kepentingan masa depan anak cucu kita. S e k i a n.

Om Santih, Santih, Santih. Om.

Avatar pengguna
Ida Pedanda Gunung

MENCOCOKAN BUDAYA HIDUP PALING SULIT.


Postoleh Ida Pedanda Gunung » Min Agt 25, 2013 2:34 pm

OM SWASTIASTU, OM AWIGNAMASTU.

Cerita ini adalah sebuah fakta di lapangan, walaupun yang dimaksud dengan fakta di sini tidak merupakan hasil dari penelitian, namun hanya berdasarkan pengamatan saja. Sekalipun demikian kenyataannya hal seperti ini sering terjadi. Bila hal ini tidak di ketahui secara dini, kemungkinan besar bisa akan terjadi hal-hal yang sangat kita tidak harapkan di dalam menjaga keharmonisan berumah tangga. Untuk itulah harapan saya semoga apa yang mampu saya tuwangkan di dalam tulisan ini semoga dapat membantu didalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis dan rumah tangga yang bahagia seukuran manusia. Maka dari itu Tulisan ini didahului dengan sebua cerita nyata namun tanpa menuliskan identitas yang sebenarnya.

Cerita;
Pada suatu hari ada sepasang remaja sedang memaduh kasih, disaat itu bayangan yang ada di hati mereka berdua tidak lain adalah gambaran kebahagiaan, keindahan, bermanja-manja. Bila si Pemudi kakinya tersandung sedikit, maka si pemuda akan bertanya dengan kalimat yang indah dan intonasi bahasa yang amat sopan: ” Bagaimana sayaaaang……!!!! Sakit sayaaaaang…! Hati-hati sayaaaaang….!!!. Sambil mengusap-ngusap kaki si perempuan yang dikatakan tersandung “. Disaat itu kelihatan mereka berdua tak ubahnya berperilaku seperti Dewa dan Dewi.

Si Pemuda setiap hari menawarkan diri untuk mengantar pacarnya kemana saja maunya, dengan tulus dan ikhlas. Siapapun melihat peristiwa itu pasti turut merasakan kebahagiaan yang mereka sedang lakukan, dan turut mendo’akan agar situasi dan kondisi seperti itu bisa dipertahankan sampai mereka menyusun rumah tangga nantinya.

Namun sangat berbeda kondisinya setelah mereka melakoni perkawinan, kadang-kadang berubah 180 derajat. Bila istrinya yang nota bena mantan pancarnya itu lagi kesandung kakinya, kalimat yang keluar dari bibir suaminya, Rasa bahasanya dan intonasinya sangat berubah; keras, kadang-kadang bernada marah. Tidak lagi mau atau jarang-jarang mau mengantar istrinya ke pasar membeli bahan makanan untuk keperluan mereka. Pokoknya ada perubahan.

Kalau kita lihat secara nyata, yang pacaran dulu adalah mereka, yang kawin juga mereka, dan secara fisik tidak ada perubahan, kenapa sikap bisa terjadi perubahan???? Perlu saya tekankan disini, memang tidak semua pasangan suami istri yang seperti itu, masih banyak pula yang sadar dapat memelihara hubungan harmonis mereka seperti saat mereka pacaran. Namun dalam tulisan ini yang disorot adalah mereka yang kurang mampu mempertahankan keharmonisan itu. Disamping itu untuk menghindari terjadinya rumah tangga yang berantakan. Tolong renungkan hal ini bagi saudara yang belum berumah tangga maupun saudara yang telah berumah tangga.

Masing-masing punya kelemahan;
Kaum laki dan kaum perempuan masing-masing punya kelemahan, maka dari itu didalam berumah tangga hal ini perlu diketahui dan pun bisa digunakan sebagai alat untuk menuju hal-hal yang positif (keluarga yang harmonis). Kaum laki kelemahannya di mata, dan kaum perempuan kelemahannya di telinga. Walaupun hal ini tidak berdasarkan penelitian maka kenyataannya dilapangan sudah seperti itu.

Misalnya;
Kalau kita bersuami istri, bila si suami sedang marah atau sedikit tersinggung, bila kita berpegang pada teori diatas, “Laki punya kelemahan di mata”. Istri jangan ikut berbicara (melawan), kalau ikut melawan akan terjadi hal yang lebih rumit lagi. Lalu berprilakulah yang dapat menarik perhatiannya, misalnya; masuk ke kamar hias, berhiaslah yang dengan sempurna dan pakain sedikit menarik perhatiannnya (yang disenangi oleh mereka), setelah itu berjalanlah, usahakan dapat melintas minimal 2X lewat didepannya. Sudah pasti marahnya sedikit turun bahkan seketika mereda. Sebaliknya bila si istri marah atau ngomel, si laki jangan ikut melawan dengan bahasa yang keras, jangan digertak sebab disaat seperti itu si Istri akan tidak mau mundur (hindari KDRT ). lalu si laki harus menurunkan nada bahasanya, menghaluskan intonasi bahasanya saat menyaut, sebab kelemahan perempuan ada di telinga. Pasti marah istri itu akan mereda.

Mencocokan budaya hidup.
Yang paling sulit di dalam perkawinan adalah mencocokan budaya hidup, sebab budaya seseorang sangat sulit untuk dirubah, walaupun bisa akan memakan waktu sangat lama.

Misalnya:
Pada waktu pacaran sebelum nikah semua gambaran hidup yang bahagia, gembira, indah yang keluar, namun kebiasaan yang kurang baik jarang diutarakan bahkan tidak pernah dimunculkan, seperti misalnya salah satu dari mereka setiap tidur mendengkur, atau setiap tidur ngorok, lalu pasangannya tidak bisa tidur lelap bila tidur bersama dengan orang yang biasa mendengkur/biasa ngorok. ini akan menjadi masalah yang kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Itu salah satu contoh, mungkin banyak lagi contoh yang bisa diambil.

Lalu bagaimana caranya supaya hal seperti itu tidak menjadi latar blakang pertengkaran. Solusinya begini;

1. Syukurilah apa yang kita dapati memang itu merupakan bagian dari hidup kita, sebab kitalah yang memilihnya sehingga terjadi pernikahan.

2. Disaat pacaran bila perlu urtarakan hal-hal atau kebiasaan yang kita miliki, agar lawan jenis (calon pasangan) kita atau calon kita jauh sebelumnya sudah menyadarinya.

Demikianlah sekilas tulisan ini semoga ada manfaatnya demi keutuhan keluarga kita. Bila ada hal-hal yang tidak atau kurang berkenan di dalam tulisan ini mari kita mohonkan ampun kehadapan yang Maha Kuasa dengan ucapan parama santi; OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM.

Avatar pengguna
Ida Pedanda Gunung